hubungan suami istri secara teratur, hubungan seks

Buah hati adalah harapan bagi banyak pasangan suami istri, terutama bagi kalian yang baru menikah. Tetapi sebenarnya berapa kali sehari atau seminggu kalian dengan pasangan melakukan hubungan intim untuk mendapatkan keturunan? Apakah harus sesering mungkin? Dua kali sehari? Tujuh kali seminggu?

Ya menurut para pakar dan ahli, sering atau tidaknya dalam melakukan hubungan seksual itu tergantung pada masing-masing kondisi individu tentang kesehatan dan kesuburan. Ada pasangan yang sering melakukan hubungan intim tetapi tidak kunjung mendapatkan buah hati, tetapi yang jarang melakukan hubungan intim malah lebih dulu mendapatkan momongan. Jadi seberapa seringnya tidak dapat ditentukan begitu saja.

1.      Melakukan Hubungan Seks Secara Teratur

Menurut seorang asisten professor ob-gin dan spesialis reproduksi dari NYU Fertility Center di kota New York, Elizabeth Fino, M.D., pasangan suami istri yang ingin mendapatkan keturunan harus melakukan seks secara teratur, bisa setiap hari atau dua kali sehari. Hal ini berlaku untuk para pasangan yang tidak memiliki masalah dalam kesuburan.

Menurutnya, kalian harus memberikan jeda waktu untuk sperma pria bisa terbentuk secara maksimal dengan keadaan yang sehat dan ideal untuk melakukan pembuahan. Seks yang dipaksa terlalu sering justru dapat menciptakan tekanan bagi pasangan untuk melakukannya. Akibatnya, timbul stress yang malah memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

2.      Periksa Kesuburan

Tetapi beda halnya jika kalian atau pasangan sudah didiagnosis dengan isu kesuburan (seperti yang telah terjadi pada 40% pasangan dengan permasalahan kesuburan). Bila ada masalah pada ejakulasi atau sperma pria, disarankan kalian dan pasangan untuk melakukan hubungan seks setiap dua atau tiga hari sekali. Hal ini dilakukan bertujuan untuk peningkatan produksi sperma yang berkualitas.

Tetapi jarang dalam berhubungan seks lebih dari delapan hari juga sangat tidak disarankan karena malah akan memberikan dampak sebaliknya. Jika terlalu jarang, ejakulasi suamimu mungkin mengandung sperma tua atau bahkan spema mati yang lebih tinggi. Tentunya hal tersebut tidak akan berpengaruh pada pembuahan bukan?

Untuk lebih pastinya, kalian dengan pasangan lebih baik melakukan konsultasi pada dokter ahli dan pakar kandungan untuk mengetahui bagaimana kesehatan organ reproduksi masing-masing. Dengan begitu, kalian dengan pasangan juga bisa mendapatkan tips yang baik untuk mempercepat kemungkinan terjadinya kehamilan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here