10 Tanda Hubungan Percintaan yang Tidak Sehat

Kata lagu, jatuh cinta itu sejuta rasanya. Memang benar adanya, ketika seseorang jatuh cinta semua tampak indah semata. Tapi, jatuh cinta yang penuh bunga toh ada masa kadaluwarsanya. Karena, semakin lama kita berpasangan, tenti rasa degdegan, lama-lama akan terkikis perlahan oleh rutinitas.

Ketika kita memilih berpasangan, tentu dengan harapan pasangan bisa membantu kita menjadi seseorang yang lebih baik. Kedua, adalah kedua belah pihak harus punya respek terhadap satu sama lain.  Hal inilah yang bisa dijadikan standar umum, apakah dia adalah orang yang tepat untuk kita. “Ketika Anda melihat suami atau kekasih Anda dan Anda menaruh respek kepadanya, ya itu adalah cinta,” tutur Elly Nagasaputra, MK, CHt.

Apalagi, dalam budaya Timur, suami masih dianggap sebagai pemimpian keluarga. Karena itu, meski awalnya penuh cinta dan berbunga-bunga merasa dicintai dengan cara diatur-atur dan dibatasi, lama-lama rasa cinta ala remaja itu akan hilang dengan sendirinya ketika pada satu masa ia sudah sadar akan arti mencinta secara dewasa.

Persoalannya, bagaimanakah cara keluar dari bentuk hubungan yang tidak sehat ini? Karena tentu pihak pasangan tidak akan menyerah dan melepaskan kita begitu saja.

“Saran saya adalah please be aware from the beginning. Kalau memang bahaya, ya balik kanan,” kata Elly. Maksudnya, wanita itu dikarunia naluri dan insting yang tajam. Bila ada yang nggak beres, kita akan merasa. Elly mengibaratkan itu bagai lemparan kerikil yang pertama.

Tetapi bila kita tidak peka atau abaikan dengan pembenaran : sudahlah… kan dia melakukannya itu sayang. Maka, kita akan dilempar batu, yaitu akan menghadapi hal-hal yang lebih besar dan begitu seterusnya maka batu yang dilemparkan itu kian besar dan bisa-bisa kita akan diketiban batu yang besar sekali, sesuatu tindakan yang bisa membahayakan nyawa kita.

Menurut Elly, berikut ini tanda-tanda “kerikil” bahwa Anda sedang menjalin hubungan cinta dengan pola yang kurang sehat, jika pasangan Anda:

1/ Banyak rahasia – langka keterbukaan.

Contoh Anda menanyakan banyak hal tapi pasangan tidak mengungkapkan secara gamblang.

2/  Melakukan banyak kebohongan

Contoh ketika ditanya ditemukan fakta bahwa jawaban yang satu tidak nyambung dengan jawaban yang lain

3/ Tidak ada atau rendah rasa percaya

Contoh: mengatakan mau kemana tapi tidak dipercaya, selalu dicecar pertanyaan bahkan kadang dikonfirmasi benar atau tidak dengan pihak ketiga

4/ Kontrol berlebihan

Contoh dalam hal pakaian, dengan siapa pergi, dll

5/ Pelecehan verbal dan fisik

Contoh: pembandingan: kamu, kok, nggak keren, dasar kamu bodoh dll

6/ Isolasi sosial

Contoh: tidak boleh punya jejaring sosial, berteman dibatasi

7/ Pembatasan pengembangan potensi diri

Contoh: ingin kerja tidak diizinkan dengan alasan yang tidak tepat

8/ Adanya pemaksaan kehendak,

Contoh: selalu harus mengikuti keinginan pacar, dalam berpakaian, mau makan apa, mau kemana harus sesuai dengan keinginannya.

9/ Tidak respek atas diri termasuk kehidupan privasi

Contoh: suka kontrol dan buka ponsel pasangan sambil diinterogasi satu per satu

10/ Rendah penghargaan atas opini yang dikeluarkan

Contoh: ketika beropini suka dilecehkan/direndahkan, jadi ada penguasaan. Pihak yang satu sangat menguasai pihak yang lain. ketika yang lain beropini selalu direndahkan.

Ayo Sebarkan Konten Bermanfaat Ini!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pilihan Editor