15 Menu Lebaran Idul Adha Lezat Untuk Disajikan Keluarga

Hari raya Idul Adha sudah tinggal menghitung hari. Biasanya masyarakat akan mengisi momen ini dengan mmebuat hindangan masakan khas yang berbahan dasar daging sapi dan kambing. Ada beberapa alternatif pilihan yang bisa diolah dan disajikan dari daging sapi dan kambing. Jika kamu sedang mencari referensi soal makanan apa saja yang bisa disajikan sektika Idul Adha, berikut 15 rekomendasi menu Idul Adha yang cocok untuk dimakan bersama keluarga.

1. Gulai Kambing

Gulai adalah salah satu makanan yang tersebar luas di Indonesia. Ada beberapa jenis gulai yang terkenal yaitu gulai ayam, gulai kambing dan juga gulai sapi. Gulai merupakan masakan yang bahan utamanya daging atau sayuran dengan bumbu yang kaya rempah-rempah. Awalnya, gulai merupakan masakan yang asalnya dari Sumatera, namun seiring perkembangan gulai tersebar luas ke seluruh penjuru Nusantara.

Dari beberapa sumber referensi, gulai adalah hasil perkawinan dari masakan India yang kaya akan rempah dan bumbu kari. Bisa dikatakan juga gulai merupakan masakan karinya Indonesia. Saat proses pembuatannya, gulai terbuat dari bumbu berbahan dasar remoar-rempah yakni, kunyit, ketumbar, lada, lengkuas, jahe, cabai merah, bawang merah, bawang putih, adas, pala, serai, kayu manis, dan juga jintan. Semua rempah-rempah itu dihaluskan, dicampur, kemudian dimasak ke dalam santan.

Untuk bahan baku yang dibuat biasanya berbeda-beda, tapi biasanya yang digunakan adalah daging ayam, kambing, sapi, aneka ikan dan jeroan. Tak hanya itu, gulai bisa juga menggunakan sayuran seperti nangka muda dan daun singkong. Semuanya dimasak dalam kuah yang berbumbu dari aneka rempah tadi.

Gulai sendiri memiliki ciri khas pada bumbu dan kuahnya yakni berwarna kuning hasil dari kunyit yang memberikan cita rasa gurih serta lezat. Di Indonesia, setiap daerah pasti memiliki ciri gulai yang berbeda-beda. Di beberapa daerah di Sumatera seperti Minangkabau dan Aceh, kuah gulai memiliki tekstur yang sangat kental. Beda halnya dengan di Jawa, kuah gulai di Jawa kebanyakan memiliki tekstur yang lembut dan cair. Perbedaan lainnya terdapat pada bahan yang dibuat.

Pada gulai ayam biasanya memiliki tekstur kuah dan cita rasa yang lembuh serta gurih. Beda dengan gulai daging sapi dan kambing yang memiliki aroma dan tekstur daging sedikit kasar, sehingga membutuhkan bumbu yang memiliki citara rasa yang kuat agar dapat menyeimbangkan dengan aroma dan tekstur dagingnya. Pastinya, setiap bahan baku yang dibuat mempunyai cara memasak dan resep yang berbeda-beda.

Selain gulai ayam, gulai kambing dan gulai sapi, masih banyak sekali variasi gulai yang sudah dikembangkan dan bisa dicoba. Diantaranya, gulai ikan, gulai jeroan, dan berbagai gulai yang terbuat dari sayuran seperti daun singkong dan nangka muda. Selain bahan yang dibuat berbeda, namun juga memiliki cita rasa yang berbeda. Gulai biasanya disajikan dengan nasi hangat dan berbagai menu tambahan seperti kerupuk, sambal, dan acar sesuai selere masing-masing orang. Nah, Gulai ini sangat cocok untuk menjadi menu lebaran idul adha yang disajikan untuk keluarga. Berikut ini cara membuatnya.

Resep Menu Idul Adha Membuat Gulai Kambing yang Empuk

Bahan membuat gulai kambing:

  • 1 kg daging kambing dengan beberapa tulang iga, potong-potong
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • 1/2 sdt adas bubuk
  • 1/2 sdt jintan bubuk
  • 4 sdm minyak sayur
  • 10 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 sdm cabai merah bubuk/crushed chilli
  • 1 batang serai, memarkan
  • 5 cm kayu manis
  • 2 butir cengkih
  • 2 butir kapulaga
  • 1/2 butir pala, memarkan
  • 1 liter santan
  • 200 g kelapa parut, sangrai, tumbuk halus

Haluskan bumbu gulai kambing:

  • 5 siung bawang putih
  • 1 cm jahe, cincang
  • 1 cm kunyit, cincang
  • 1/2 cm lengkuas, cincang
  • 2 sdt garam

Cara Memasak Gulai Kambing

  1. Aduk potongan daging kambing dengan ketumbar, adas dan jintan hingga rata.
  2. Sisihkan selama 30 menit.
  3. Panaskan minyak, tumis bawang merah hingga layu.
  4. Masukkan cabai merah bubuk, aduk hingga wangi.
  5. Tambahkan bumbu halus, serai, kayu manis, cengkih, kapulaga dan pala, aduk hingga wangi.
  6. Masukkan daging kambing, aduk hingga kaku dan berubah warna.
  7. Tuangi santan dan masukkan kelapa sangrai.
  8. Masak dengan api kecil hingga daging kambing empuk.
  9. Angkat dan sajikan selagi hangat.

2. Rendang

Rendang atau bisa disebut juga randang merupakan masakan daging yang asalnya dari Minangkabau. Masakan ini merupakan hasil dari proses memasak suhu rendah dalam waktu yang cukup lama dengan menggunakan aneka rempah-rempah dan santan. Proses memasaknya pun memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam atau bahkan lebih) hingga yang tertinggal hanyalah potongan daging berwarna hitam pekat dan dedak.

Dalam suhu ruangan, rendang bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering biasa disebut kalio, memiliki warna cokelat terang keemasan. Di Indonesia sendiri ada banyak jenis dan cara memasak rendang. Hal itu tergantung pada selera masing-masing daerah.

Sebagai informasi, asal-usul rendang ditelusuri berasal dari Sumatra, khususnya Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang telah ada sejak dahulu dan menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian. Sebagai masakan tradisional, rendang diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya, mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Oleh karena itu rendang dikenal luas baik di Sumatra dan Semenanjung Malaya.

Sejarawan Universitas Andalas, Prof. Dr. Gusti Asnan juga menduga, rendang telah menjadi masakan yang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang di awal abad ke-16. Hal ini karena rendang kering sangat awet dan tahan lama. Selain itu, rendang juga bisa tahan disimpan hingga berbulan lamanya, sehingga tepat dijadikan bekal kala merantau atau saat melakukan perjalanan niaga.

Rendang makin terkenal dan tersebar luas jauh melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantau Minangkabau. Orang Minang yang pergi merantau selain bekerja sebagai pegawai atau berdagang, juga banyak di antara mereka berwirausaha membuka Rumah Makan Padang di seluruh Nusantara, bahkan meluas ke negara tetangga hingga Eropa dan Amerika. Rumah makan inilah yang memperkenalkan rendang serta hidangan Minangkabau lainnya secara meluas.

Ketenaran rendang telah membuat rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International tahun 2011. Selain pada acara adat, rendang juga menjadi pilihan menu idul adha saat mengolah daging kurban yang melimpah di hari raya Idul Adha. Rendang juga menjadi makanan yang disajikan khusus untuk hari raya Idul Fitri. Tak hanya itu, rendang juga telah menjadi salah satu pilihan barang bantuan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat sebagai bantuan pangan bagi korban bencana di daerah lain.

Resep Menu Idul Adha Membuat Rendang Khas Padang

Bahan membuat rendang:

  • 1 kg daging sapi
  • 3 butir kelapa, diambil santan kental dan santan encernya
  • 4 lembar daun jeruk
  • 3 batang serai, memarkan
  • 4 butir asam kandis
  • 100ml minyak goreng
  • 5 gram garamBumbu rendang daging sapi 1 Kg:
  • 60 gram bawang merah
  • 50 gram bawangputih
  • 250 gram cabai merah besar
  • 100 gram lengkuas
  • 50 gram kemiri
  • 2 gram cengkeh

Cara membuat rendang

  1. Haluskan semua bahan Bumbu dengan diulek atau diblender.
  2. Tumis bumbu dengan sedikit minyak goreng hingga wangi.
  3. Masukkan batang serai, daun jeruk, asam kandis dan garam, aduk rata.
  4. Tuangi santan dan dididihkan, masukkan daging.
  5. Masak dengan api kecil selama beberapa jam sampai daging empuk dan bumbu kecoklatan sesuai selera.