5 Trik Lepaskan Plester Anak Tanpa Rasa Sakit

Anak balita itu kalau luka sedikit saja, hebohnya luar biasa he-he. Kalau lukanya ditutupi plester baru anteng. Tapi ketika mencopot plester bisa ada drama lagi. Sebab, anak-anak merasa kesakitan ketika plesternya dicabut.

Stephanie Brown, ahli parenting yang bekerja di Head Start Program dan NAEYC Child Care Center menjelaskan ada beberapa trik sederhana agar melepaskan plester luka pada anak mudah dan tak ada drama.

“Anda hanya butuh sedikit kesabaran dan beberapa barang rumah tangga biasa,” kata Brown mengutip Very Well Family.

Berikut tips untuk mencopot plester pada anak bebas dari rasa sakit:

1. Buat bukaan agar lebih terkontrol

Brown mengatakan apabila orang tua ingin mencopotnya dengan cepat, pastikan untuk melepas salah satu ujung plester. Selanjutnya, tarik sejajar dengan kulit anak. Ini akan mendorong perekat untuk lepas ketimbang menempel di kulit.

“Untuk meredakan kegelisahan anak, minta dia menarik napas dalam-dalam dan biarkan dia tahu bahwa Anda akan menarik plester pada hitungan ketiga,” ujar Brown.

2. Lepaskan plester setelah mandi

Brown bilang anak mandi dengan plester yang masih melekat bisa membersihkan area sekitarnya dan membuatnya lebih mudah dicopot. Air bisa melemahkan perekat di plester hingga lebih mudah lepas.

3. Gosok pinggiran plester dengan bola kapas yang direndam baby oil

Brown menyarankan untuk menggosok pinggirkan plester dengan bola kapas yang sudah direndam baby oil dengan lembut sampai plester lepas. Bila tak ada baby oil, bisa gunakan minyak zaitun, minyak petroleum, atau sampo bayi. Agar lebih menyenangkan, tambahkan sedikit pewarna makanan ke dalam minyak dan minta si kecil untuk membantu ‘mengecatnya’.

4. Larutkan perekat

Menurut Brown, mengoleskan alkohol pada plester secara perlahan akan melarutkan perekat. Cara ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan sisa perekat plester di kulit.

5. Bekukan perekat

“Membungkus beberapa es batu dengan handuk tipis dan menggosok lembut bisa membantu melepas plester. Es berfungsi membuat lem pada perekat jadi rapuh hingga plester lebih mudah lepas,” kata Brown.

Apabila menggunakan plester, Brown bilang cobalah untuk melihat apakah si kecil mengalami ruam merah gatal setelah satu atau dua hari. Jika ada ruam si kecil mungkin alergi plester. Reaksi ini disebabkan dermatitis kontak sebagai reaksi terhadap perekat.

Ketika anak terluka, dr.Dedy Kartawidjaja, Head of Medical Affairs Mundipharma Indonesia mengatakan jika yang dialami hanya luka kecil, ditetesi antiseptik saja. Tapi kalau lukanya dalam dan sekiranya membutuhkan plester tak masalah pakai plester.

“Selain itu jika lukanya kecil maka darah akan membeku dengan cepat sehingga enggak perlu ditutup plester,” kata Dedy.

Ayo Sebarkan Konten Bermanfaat Ini!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pilihan Editor